7 Peristiwa Bersejarah Dunia yang Terjadi Tepat di Hari Natal

7-peristiwa-bersejarah-dunia-yang-terjadi-tepat-di-hari-natal

7 Peristiwa Bersejarah Dunia yang Terjadi Tepat di Hari Natal – Hari Raya Natal yang jatuh setiap tanggal 25 Desember merupakan hari di mana umat Kristiani merayakan kelahiran Yesus Kristus. Namun, di tanggal yang sama, terjadi pula bermacam moment bersejarah yang mengubah dunia.

7 Peristiwa Bersejarah Dunia yang Terjadi Tepat di Hari Natal

7-peristiwa-bersejarah-dunia-yang-terjadi-tepat-di-hari-natal

Sederet moment bersejarah selanjutnya ini punya efek besar terhadap tatanan dunia terhadap jaman itu. Apa saja moment yang menorehkan sejarah pas di hari Natal? Ini dia penjelasannya!

1. Penobatan Charlemagne sebagai Kaisar Romawi Suci (800 M)
Charlemagne merupakan raja berasal dari bangsa Franka yang sering disebut sebagai “Bapak Eropa”. Ini dikarenakan ia sukses menyatukan beberapa besar benua Eropa di bawah panji Kekaisaran Karoling (Carolingian).judi bola Charlemagne membentuk sebuah kerajaan yang luas lewat kampanye militer yang agresif melawan kaum Saxon, Lombard, dan Avar sejak akhir tahun 700-an.

Sebagai seorang Katolik yang taat, ia juga dengan agresif “mengajak” rakyatnya jadi penganut Katolik. Melansir berasal dari laman Britannica, Paus Leo III memahkotai Charlemagne sebagai “kaisar Romawi” sepanjang upacara di Basilika Santo Petrus terhadap Hari Natal di tahun 800.

Penobatan ini memulihkan nama Kekaisaran Romawi di Eropa dan menjadikan Charlemagne sebagai pemimpin di beberapa besar wilayah Eropa Barat. Lebih mutlak lagi, posisi itu sukses menyamakan statusnya dengan Permaisuri Bizantium, Irene, yang selagi itu memerintah Kekaisaran Romawi Timur di Konstantinopel.

Charlemagne sesudah itu menjabat sebagai kaisar Romawi Suci sepanjang 13 tahun, di mana reformasi hukum dan pendidikannya sebabkan kebangkitan budaya dan menyatukan Eropa untuk pertama kalinya sejak jatuhnya Kekaisaran Romawi Barat.

2. William Sang Penakluk jadi raja Inggris (1066 M)
Pada Hari Natal tahun 1066, William, Adipati Normandia, atau lebih dikenal sebagai William Sang Penakluk, dimahkotai sebagai raja Inggris di Westminster Abbey, London. Penobatan ini terjadi pascainvasi legendaris William terhadap Kepulauan Inggris, yang berakhir terhadap Oktober 1066 dengan kemenangannya atas Raja Harold II di Pertempuran Hastings.

Di sesudah itu hari, pemerintahan William dapat mengubah budaya Inggris, terlebih dikarenakan ia memasukkan banyak hukum Norman ke didalam hukum Inggris. Setelah menguatkan posisinya dengan membangun bangunan kondang seperti Menara London dan Kastil Windsor, William juga memberikan hibah tanah kepada sekutunya yang dapat berbahasa Prancis.

Hal ini tidak cuma mengubah bhs Inggris secara permanen—hampir sepertiga berasal dari bhs Inggris modern berasal berasal dari kalimat Prancis—tetapi juga berkontribusi terhadap kebangkitan proses pemerintahan feodal yang jadi ciri khas di beberapa besar Eropa Abad Pertengahan.

3. George Washington dan Angkatan Bersenjata Kontinental menyeberangi Sungai Delaware (1776)
Pada akhir tahun 1776, Perang Revolusi Amerika udah meraih klimaksnya dan diprediksi dapat segera berakhir dengan kekalahan Inggris. Ingin meraih kemenangan yang menentukan, terhadap Hari Natal 1776 Jenderal George Washington memimpin 2.400 Tentara Kontinental dan menyeberangi Sungai Delaware di sedang malam yang dingin.

Pagi harinya, pasukan Kontinental langung meluncurkan serangan mendadak terhadap wilayah Trenton, New Jersey, yang selagi itu dipegang oleh sekutu Inggris, pasukan berasal dari Jerman yang dikenal sebagai Hessian (Hessen).

Namun, seperti yang dikutip berasal dari laman History, pasukan Kontinental tidak siap untuk mempertahankan kota itu, agar Washington terpaksa untuk menyeberang lagi ke Delaware di hari yang sama. Bedanya, kali ini dengan hampir 1.000 tahanan Hessian di belakangnya.

Washington dapat tetap mencetak kemenangan beruntun di Pertempuran Assunpink Creek dan Princeton, dan perjudiannya yang berani itu dapat jadi pembakar semangat bagi Tentara Kontinental yang tetap bertempur hingga tahun 1783.

4. Gencatan Natal di Perang Dunia I (1914)
Tahun 1914 sepertinya jadi saksi bagi semangat Natal di tempat-tempat yang paling tidak mungkin, keliru satunya di medan perang Perang Dunia I. Dimulai terhadap malam tanggal 24 Desember, sejumlah tentara Jerman, Inggris dan Prancis di Belgia letakkan senjata mereka dan mengawali gencatan senjata secara spontan.

Laporan laman History tercantum kalau gencatan senjata itu di awali oleh tentara Jerman yang menghias parit mereka dengan pohon Natal dan lilin, lantas jadi menyanyikan lagu-lagu Natal seperti “Silent Night.”

Melihat hal itu, pasukan Inggris pun segera merespon dengan membawakan lagu “The First Noel” dan para pejuang yang letih akhirnya pergi ke “no man’s land” untuk saling menegur dan berjabat tangan. Pada selagi itu, para prajurit jadi berbagi rokok dan wiski, lantas melakukan rubah hadiah dengan para musuh yang mereka tembak beberapa jam sebelumnya.

Di sedang gencatan ini, beberapa tentara Skotlandia, Inggris dan Jerman bahkan bermain sepak bola di sedang medan perang yang beku. Namun sayang, gencatan senjata ini tidak disetujui oleh perwira militer di ke dua segi dan para prajurit itu disuruh lagi ke didalam parit untuk melanjutkan pertempuran.

Walau beberapa besar upaya gencatan senjata dilarang di sesudah itu hari, moment “Gencatan Natal” selagi Perang Dunia I selalu berdiri sebagai contoh luar biasa berasal dari segi kemanusiaan dan persaudaraan di sedang medan perang yang sedang berkecamuk.

5. Hirohito jadi Kaisar Jepang, menggantikan Kaisar Taisho (1926)
Hirohito sebetulnya dikenal sebagai keliru satu tokoh mutlak Blok Poros sehabis Hitler dan Mussolini sepanjang Perang Dunia II. Namun, tidak banyak yang paham kalau ia diangkat jadi kaisar terhadap Hari Natal 1926. Dilansir laman Atomic Heritage, terhadap 25 Desember 1926 Hirohito naik takhta sehabis ayahnya, Yoshihito (Kaisar Taisho), meninggal dunia.

Kenaikannya sebagai pemimpin tertingi Kekaisaran Jepang menandai akhir berasal dari jaman Taisho dan mengawali jaman Shōwa. Oleh dikarenakan itu, Hirohito juga sering disebut sebagai Kaisar Shōwa. Namun, Hirohito sendiri baru sepenuhnya dilantik dua tahun setelahnya.

Pada bulan November 1928, kenaikan Hirohito sebagai kaisar baru disahkan lewat sokui no rei, yang secara konvensional dapat diambil kesimpulan sebagai “penobatan.”

6. Pasukan udara Jepang membom Lapangan Terbang Ulin, Banjarbaru (1941)
Pada Hari Natal 1941, Lapangan Terbang Ulin (sekarang bernama Bandar Udara Internasional Syamsudin Noor) jadi saksi berasal dari Kampanye Borneo yang dijalankan oleh Jepang ke wilayah Indonesia selagi Perang Dunia II sedang berkecamuk.

Setelah memborbardir pangkalan militer Amerika Serikat di Pearl Harbor, Jepang segera melakukan serangan kilat ke wilayah Asia Tenggara yang selagi itu dikuasai oleh negara-negara Eropa seperti Belanda, Inggris, dan Prancis.

Pada tanggal 25 Desember 1941, bersamaan dengan Hongkong yang menyerah kepada Jepang, Jepang segera menyerang Banjarmasin. Menurut BBC, pemboman Jepang terhadap Lapangan Terbang Ulin jadi serangan pertama terhadap kedudukan pemerintah Belanda di Indonesia, yang nantinya dapat menyerah di Kalijati, Subang, terhadap 8 Maret 1942.

7. Mikhail Gorbachev mengundurkan diri sebagai pemimpin Uni Soviet (1991)
Pada Hari Natal 1991, Mikhail Gorbachev mengumumkan kalau ia dapat mengundurkan diri sebagai pemimpin Uni Soviet. Hal ini tidak mengejutkan, mengingat 11 negara “bekas” Uni Soviet udah mendirikan Persemakmuran Negara-Negara Merdeka (CIS) empat hari sebelumnya, yang secara efisien memecah-belah Uni Soviet.

Uni Soviet, untuk semua maksud dan tujuan, udah runtuh terhadap hari itu. Mengutip History, didalam pidato perpisahannya kepada rakyat Soviet, Gorbachev menyiratkan bahwa pembentukan CIS adalah motif utama pengunduran dirinya.

Pada kenyataannya, Gorbachev udah kehilangan banyak kekuasaan dan prestise di Uni Soviet bahkan sebelum akan CIS terbentuk. Lucunya lagi, Uni Soviet sendiri runtuh sehari sehabis Gorbachev mengumumkan pengunduran ini.

Peristiwa bersejarah di atas adalah segelintir moment yang paling berpengaruh di dunia. Tentunya, tetap banyak peristiwa-peristiwa sejarah lainnya yang terjadi di Hari Natal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *