Adolf Hitler Bunuh Diri Karena Tak Ingin Mayatnya seperti Mussolini

adolf-hitler-bunuh-diri-karena-tak-ingin-mayatnya-seperti-mussolini

Adolf Hitler Bunuh Diri Karena Tak Ingin Mayatnya seperti Mussolini – Sahabat dan panutannya sudah mendahuluinya terhadap 28 April 1945 didalam situasi mengenaskan. Benito Mussolini, si sahabat dan panutan itu, tewas dengan pengikut dan kekasihnya sehabis ditembak di Giulino di Mezzegra. Mayat mereka digantung dan dipertontonkan kepada publik di Piazza Loreto, Milan. Kondisi memalukan itu tak menginginkan dialami Hitler. Jika pun wajib mati, Hitler tak rela seperti Mussolini.

Adolf Hitler Bunuh Diri Karena Tak Ingin Mayatnya seperti Mussolini

adolf-hitler-bunuh-diri-karena-tak-ingin-mayatnya-seperti-mussolini

Nazi Jerman sedang didalam bahaya di bulan April 1945 itu. Tentara Sekutu tambah menjepit Jerman, baik berasal dari arah timur oleh Soviet maupun berasal dari barat oleh Amerika, Inggris, dan lainnya. Militer Jerman seperti terjerat didalam lubang-lubang pembantaiannya sendiri. Dalam situasi macam itu, Hitler wajib berkhayal Nazi Jerman dan tentu saja dirinya.

Sejak 16 Januari 1945 Hitler sudah ganti ke suatu area bernama Fuhrerbunker, Bunker yang dipersiapkan untuknya, di Gedung Kanselir. Tempat ini setidaknya dapat mengamankan Hitler berasal dari serangan udara Sekutu yang kapan saja dapat menjatuhkan bom-bomnya ke kota Berlin. Bunker itu juga menjadi markas Nazi.

Pada pertengahan April, di sedang sepinya kabar gembira, Joseph Paul Goebbels menelepon Hitler. “Pemimpinku, aku ucapkan selamat. Roosevelt (Presiden Amerika) meninggal dunia,” kata Goebbels kepada Hitler, seperti dikutip Charles B. MacDonald didalam United States Army in WWII – Europe – the Last Offensive (2014) dan Antony Beevor didalam Berlin: The Downfall: 1945 (2003).

Presiden Franklin Delano Roosevelt tutup usia di Gedung Putih terhadap 12 April 1945. Goebbels dan Hitler barangkali meminta hal itu akan turunkan moral tentara Amerika di front Eropa. Kematian Roosevelt nyatanya tidak berpengaruh besar bagi tentara Amerika di peperangan. Bagi Amerika, ganti presiden bukan hal yang wajib ditangisi.

Jerman Lunglai di Segala Penjuru
Pada 14 April 1945 Hitler menambahkan perintah kepada tentaranya. Dalam perintahnya dia menyebut, titik balik berasal dari perang ini akan ditentukan. Jarak Berlin dengan posisi tentara Amerika sudah 100 kilometer lagi, sehabis terhadap 11 April mereka menyeberangi Sungati Elbe. Lima hari kemudian, terhadap 16 April 1945, Tentara Merah Soviet sudah menyikat pertahanan timur yang melindungi kota Berlin.

Artileri Tentara Merah pun menembaki kota Berlin. Berdasarkan data yang dikumpulkan CIA (PDF), terhadap 20 April, dikala Tentara Merah menyerbu gerbang Berlin, Hitler merayakan lagi tahunnya yang ke-56. Dia tetap meminta tersedia mukjizat yang dapat membebaskannya berasal dari kepungan tentara Sekutu atas kota Berlin.

Jenderal SS Felix Steiner, terhadap 21 April 1945, pun diberi perintah oleh Hitler untuk menambahkan serangan balasan. Esoknya Hitler dibuat marah didalam sebuah rapat sebab perintahnya tak dipenuhi. Harapan Hitler atas kelanjutan kepemimpinannya terlampau terganggu sebab jalan komunikasinya terputus terhadap 27 April 1945. Tanpa dapat berhubungan dengan tentara-tentara Jerman yang tercerai-berai di luar Berlin, tentu saja sulit bagi Hitler untuk mengembalikan situasi seperti yang diinginkannya.

Adolf Hitler sudah berhitung bahwa dirinya sedang didalam buruan dan kematiannya hanya menghitung hari. Mati barangkali bukan persoalan bagi Hitler. Pada malam menjelang 28 April 1945, seminggu sehabis lagi th. ke-56, Hitler menyita ketetapan perlu atas hidupnya: bunuh diri. Untuk itu Hitler berkonsultasi dengan Dokter Warner Haase soal metode bunuh diri yang baik dan benar untuknya. Haase memberi solusi: pistol dan racun sianida untuk Hitler.

Pada 29 April 1945, sebelum saat bunuh diri, Hitler menambahkan wasiat kepada anggota Nazi yang tersisa. Hitler menyebut Laksamana Karl Donitz—pimpinan Angkatan Laut Nazi—sebagai penggantinya. Tak lupa Hitler menyebut Heinrich Himmler dan Hermann Goring sebagai pengkhianat. Kepada seluruh rakyat Jerman yang setia kepada Nazi, diimbau untuk tetap berjuang melawan musuh mereka, tentara Sekutu. Hitler juga meminta jenazahnya dan jenazah kekasihnya dikremasi dengan martin Bormann sebagai pelaksana.

Pembuatan wasiat berikut disaksikan Kolonel Nicolaus von Below (ajudan Hitler berasal dari Angkatan Udara), Martin Bormann (sekretaris Hitler), dan Goebbels yang merupakan menteri propaganda Nazi. “Pukul empat pagi dua dokumen siap ditandatangani,” tulis Hugh R. Trevor-Roper didalam The Last Days of Hitler (1991: 161). Dokumen itu lalu disebar bawahan-bawahan Hitler, pas sang diktator beristirahat.

Tak Ingin seperti Mussolini
Jika Mussolini ditemani Claretta Pettaci, maka Hitler ditemani Eva Braun di akhir hidupnya. Eva Braun yang bekas asisten tukang foto itu dikenal sebagai kekasih Hitler dan baru dinikahi dikala bersembunyi di Fuhrerbunker, sehari sebelum saat hari nahas yang direncanakannya.

Tanggal 30 April 1945 itu, Hitler menyempatkan diri makan siang. Setelah selesai makan siangnya, seperti ditulis Alan Bulock didalam Hitler, a Study in Tyranny (1960: 730), Hitler pergi untuk menjemput istrinya berasal dari kamar. Pasangan ini lalu mengucapkan selamat tinggal terhadap Goebbels. Bormann dan yang lainnya selalu di area sedang bunker.

Hitler lantas lagi ke Fuhrer suite dengan Eva dan menutup pintu. Hitler berbaring di sofa lalu menembak dirinya sendiri melalui mulut. Di sisi kanannya, berbaring Eva Braun dan menelan racun. Kejadian itu kira-kira pukul tiga sore hari terhadap 30 April 1945, pas hari ini 75 th. lalu. Eva Braun berusia baru 32 th. pas itu.

Jenazah Hitler dan Braun lantas dibakar, cocok wasiatnya. Dengan begitu, jenazahnya tak akan diperlakukan seperti Mussolini. Kematian Hitler lalu dilanjutkan dengan kekalahan Jerman. Karl Donitz sebagai penggantinya tak dapat berbuat banyak untuk bertahan bahkan untuk membalikkan situasi yang sudah sedemikian hancur.

Mitos-mitos tentang Adolf Hitler lantas berkembang. Ada yang menyebut Hitler tetap hidup bahkan melarikan diri ke Indonesia. Sementara itu, nyatanya, banyak pengikut Hitler melarikan diri ke Argentina, seperti Adolf Eichmann.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *