Peran Bangsa Indonesia dalam Perdamaian Dunia

Peran Bangsa Indonesia dalam Perdamaian Dunia

Peran Bangsa Indonesia dalam Perdamaian Dunia – Penyelenggaraan Konferensi Asia Afrika (KAA) diawali berasal dari gagasan Soekarno yang disampaikan oleh Ali Sastroamidjojo pada Konferensi Colombo. Idenya mampir dikarenakan setelah Perang Dunia II, banyak negara yang masih bersitegang dikarenakan terdapatnya Blok Barat dan Blok Timur. Di Konferensi Colombo (Srilanka), anggapan membawa dampak KAA menjadi bahan pembicaraan utama.

Peran Bangsa Indonesia dalam Perdamaian Dunia

Peran Bangsa Indonesia dalam Perdamaian Dunia

Tindak lanjut berasal dari pembicaraan selanjutnya adalah dengan diadakannya Konferensi Bogor. Konferensi ini yang membuahkan beberapa keputusan, yaitu:

mengadakan KAA di Bandung pada bulan April 1955.
Menetapkan kelima negara peserta Konferensi Bogor sebagai negara-negara sponsor.
Menetapkan 25 negara-negara Asia Afrika yang dapat diundang.

Pada tanggal 3 Januari 1955 di Bandung, judi bola dibentuklah sebuah panitia yang diketuai oleh Sanusi Hardjadinata, seorang gubernur Jawa Barat. Dari 25 negara yang diundang, Federasi Afrika Tengah menampik untuk ada dikarenakan masih diserang oleh penjajah.

Konferensi Asia Afrika di Bandung terjadi pada tanggal 18–24 April 1955 dan dihadiri oleh 29 negara dengan 5 negara sebagai sponsor KAA. Agenda di dalam Konferensi Asia Afrika ini pada lain mengkaji kerjasama ekonomi, budaya, hak asasi manusia dan hak pilih nasib sendiri, persoalan bangsa-bangsa yang belum merdeka, perdamaian dunia dan kerjasama internasional, dan deklarasi mengenai memajukan perdamaian dunia.

Konferensi ini membuahkan Basic Paper on Racial Discrimination, Basic Paper on Radio Activity dan Declaration on the Promotion of World Peace and Co-operation. Dokumen Declaration on the Promotion of World Peace and Co-operation inilah yang kemudian dikenal sebagai Dasasila Bandung.

Misi Garuda

Selain ada tokoh-tokoh yang memperjuangkan kemerdekaan NKRI, kamu tahu nggak kecuali ternyata ada terhitung tokoh-tokoh yang menunjang di dalam memperjuangkan kemerdekaan negara lain? Mereka tergabung di dalam Kontingen Garuda atau Pasukan Garuda. Pasukan ini terdiri berasal dari Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang ditugaskan sebagai pasukan perdamaian di negara lain. Ide awal munculnya pasukan ini dikarenakan terdapatnya konflik di Timur Tengah pada 26 Juli 1956.

Saat itu, Inggris, Prancis, dan Israel melancarkan serangan paduan pada Mesir sehingga menimbulkan pembicaraan di pada negara-negara lainnya. Dalam Sidang Umum PBB, Menteri Luar Negeri Kanada, Lester B. Perason, mengusulkan sehingga dibentuk pemelihara perdamaian di Timur Tengah. Usul ini disetujui dan pada tanggal 5 November 1956 Sekretaris Jenderal PBB membentuk United Nations Emergency Forces (UNEF).

Indonesia pun memperlihatkan kesediaannya untuk berhimpun di dalam UNEF. Indonesia sudah mengirimkan Misi Garuda I sampai Misi Garuda XXVI-C2. Menurut information Kementerian Luar Negeri pada Senin, 21 Maret 2016, Indonesia menjadi kontributor terbesar ke-10 pasukan pemeliharaan perdamaian PBB berasal dari 124 negara. Saat ini, pemerintah Indonesia sudah menugaskan 2.843 personel TNI dan POLRI yang bertugas di 10 Misi Pemeliharaan Perdamaian PBB.

Kontribusi pasukan Indonesia ke Misi Pemeliharaan PBB merupakan bentuk pelaksanaan mandat Konstitusi yang mengamanatkan Indonesia untuk “ikut lakukan ketertiban dunia”. Selain itu, pengiriman pasukan ini sebagai layanan peningkatan kapasitas dan profesionalisme personel TNI dan POLRI. Kayanya, sesuai nih nyanyi “Garuda di Dadaku” bagi Pasukan Garuda pas bersiap.

Deklarasi Djuanda

Squad, cobalah deh kamu ingat pelajaran geografi mengenai laut teritorial. Ternyata, ketentuan luas laut teritorial itu berasal berasal dari Indonesia, tepatnya lewat Deklarasi Djuanda. Deklarasi Djuanda dicetuskan oleh Perdana Menteri Djuanda Kartawidjaja pada tanggal 13 Desember 1957.

Deklarasi ini dilatarbelakangi oleh tuntutan pimpinan Departemen Pertahanan Keamanan RI th. 1956 yang merasa hukum laut Indonesia pas itu yang berdasarkan Zeenen Maritieme Kringen Ordonantie (Ordonasi Laut dan Daerah Maritim) th. 1939 berasal dari Belanda tidak untung keperluan lokasi Indonesia. Kebijakan selanjutnya mampu membawa dampak kapal-kapal asing masuk ke lokasi Indonesia dan mengambil alih sumberdayanya. Rugi dong kita…

Akhirnya, lewat Deklarasi Djuanda dinyatakan bahwa laut teritorial Indonesia berjarak 12 mil laut diukur berasal dari garis-garis basic yang menghubungkan titik terluar berasal dari pulau terluar. Deklarasi Djuanda kemudian dikukuhkan lewat Perpu No. 4 Tahun 1960 dan melahirkan rencana “Wawasan Nusantara”. Agar dianggap oleh negara lain, deklarasi ini terhitung diperjuangkan di dalam forum internasional lewat Konvensi Hukum Laut atau lebih dikenal dengan UNCLOS (United Nations Convention On The Law of The Sea) yang diadakan oleh PBB.

Deklarasi Djuanda baru mampu di terima di dunia internasional setelah ditetapkan di dalam Konvensi Hukum Laut PBB yang ke-3 di Montego Bay (Jamaika) pada th. 1982. Berdasarkan hasil konvensi selanjutnya Indonesia dianggap sebagai negara dengan asas Negara Kepulauan.

Setelah diperjuangkan kira-kira 25 tahun, pada akhirnya pada 16 November 1994, disetujui oleh 60 negara, dan dengan demikianlah hukum laut Indonesia sudah dianggap oleh dunia internasional.

Indonesia perlu berterimakasih kepada Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja dan Prof. Dr. Hasjim Djalal, yang setia ikuti berbagai konferensi mengenai hukum laut yang dikerjakan PBB berasal dari th. 1970-an sampai th. 1990-an. Berkat mereka, kedaulatan lokasi laut Indonesia mampu dianggap internasional.

Gerakan Nonblok (GNB)

Setelah Perang Dunia II, nampak dua kubu berasal dari dua negara adidaya, Amerika dengan haluan liberal-kapitalis dan Rusia dengan aliran sosialis-komunis. Banyak negara yang tidak ingin tergabung di dalam dua aliran ini, pada akhirnya membawa dampak Gerakan Nonblok (GNB).

Masih ingat Dasasila Bandung yang sudah kami bahas di atas? Nah, untuk merealisasikan beberapa poin di dalam Dasasila Bandung yang menyangkut kesejahteraan suatu negara, pada tanggal 1-6 September 1961 diadakan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) di Beograd, Yugoslavia.

Dalam KTT di Beograd inilah, didirikan GNB, yang diprakarsai oleh lima negara, Indonesia, India, Yugoslavia, Ghana, dan Mesir. Beberapa obyek berasal dari dibentuknya Gerakan Nonblok pada lain:

memelihara perdamaian dan keamanan internasional.
Mengusahakan tercapainya pelucutan senjata secara umum dan menyeluruh di bawah pengawasan internasional efektif.
Mengusahakan sehingga PBB berguna secara efektif.
Mengusahakan terwujudnya tata ekonomi dunia baru.
Mengusahakan kerjasama di segala bidang di dalam rangka menwujudkan pembangunan ekonomi dan sosial.

Tujuan berasal dari GNB terhitung dicantumkan di dalam Deklarasi Havana th. 1979, yaitu untuk menanggung kemerdekaan, kedaulatan, integritas teritorial, dan keamanan berasal dari negara-negara nonblok di dalam perjuangan mereka menentang imperialisme, kolonialisme, apartheid, zionisme, rasisme dan segala bentuk intervensi.

Selain sebagai negara pelopor berdirinya GNB, Indonesia mempunyai peran yang lumayan besar di dalam organisasi tersebut, di antaranya:

sebagai keliru satu negara penggagas KAA yang merupakan cikal dapat digagasnya Gerakan Nonblok
sebagai keliru satu negara pengundang pada KTT GNB yang pertama. Hal ini dikarenakan Indonesia merupakan keliru satu pendiri GNB dan berperan besar di dalam menimbulkan mengajak negara lain untuk berhimpun di dalam KTT.
menjadi ketua dan penyelenggara KTT GNB yang ke X yang terjadi pada 1-7 September 1992 di Jakarta dan Bogor. Indonesia ikut pula menjadi perintis dibukanya ulang dialog utara-selatan, yaitu dialog yang memperkuat pertalian pada negara berkembang (selatan) pada negara maju (utara).

Hingga th. 2016, KTT GNB sudah diadakan sebanyak 17 kali dan mempunyai pada 2012 sudah mempunyai 120 negara sebagai anggota.

Banyak ‘kan Squad peran Bangsa Indonesia di dalam perdamaian dunia? Kita, sebagai generasi muda Indonesia, sebaiknya ikut berperan aktif di dalam memelihara perdamaian di dunia. Banyak lho perihal yang mampu kamu lakukan. Semoga dengan terdapatnya gerakan-gerakan ini dan perlindungan kamu, dunia mampu jadi damai, ya. Amin… Nah, buat kamu yang tertarik perihal ini lewat video, kamu mampu tonton materinya di RuangBelajar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *